Trik, Supaya Guru Naik Pangkat Ke IV C Dengan Cepat!

Diposting pada

Wadahguru.comĀ bapak dan ibu guru yang terhormat kali ini admin bagikan artikel tentang Trik, Supaya Guru Naik Pangkat Ke IV C Dengan Cepat!, menurut data dan fakta di lapangan memang terdapat banyak sekali karier guru terhenti digolongan IV B saja otomatis gaji dan tunjungan masih tetap dengan jumlah yang itu-itu saja, jika dicermati dengan teliti bila bapak dan ibu pangkat mencapai IV C otomatis gaji dan tunjungan akan naik juga, yang lebih penting Tunjangan Penghasilan Guru akan mengitu gaji pokok juga.

Bapak dan ibu guru yang terhormat, sebenarnya apa sih kok pangkat dan golongan guru-guru hanya mentok di IV B saja, Mari kita kelupas lebih detail cara-cara agar bapak dan ibu lebih cepat naik pangkat ke IV C dengan mudah dan tentunya gratis tanpa merepotkan orang lain. Admin yakin jika bapak dan ibu guru mengikuti saran dari kami akan cepat naik pangkat ke IV C. Perhatikan trik dibawah ini apa saja yang diperlukan.

A. Mengetahui besaran angka kredit yang dibutuhkan

Jumlah angka kredit kumulatif yang harus dipenuhi guru untuk kenaikan pangkat dari golongan IV/b ke IV/c adalah 700. Jika guru di golongan IV/b sudah memiliki angka kredit, misalnya sebesar 561, berarti ia harus mengumpulkan angka kredit sebesar 139 (700-561=139).

Angka kredit sebesar 139 bisa dikumpulkan dari unsur memeroleh ijazah yang lebih tinggi (S-2 atau S-3), unsur pembelajaran/bimbingan, unsur melaksanakan tugas lain yang relevan, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif), dan unsur penunjang.

Jika guru tersebut merencanakan kenaikan pangkat dalam waktu 4 tahun, kekurangan angka kredit sebesar 139 dapat dipenuhi sebagai berikut. Dari unsur pembelajaran, angka kredit tiap tahunnya sebesar 29.75 jika laporan PKG-nya memeroleh kategori baik sehingga total angka kredit selama 4 tahun sebesar 119 (29.75 X 4).

Sisanya yang 20 angka kredit dipenuhi dari unsur pengembangan diri wajib sebesar 4 angka kredit dan unsur PIKI wajib sebesar 12 angka kredit. Adapun kekurangan 4 angka kredit bisa dipenuhi dengan menambah unsur tugas lain yang relevan, pengembangan diri, PIKI ataupun unsur penunjang.

B. Menyediakan Bukti fisik Unsur Utama dan Unsur Penunjang

Unsur utama terdiri dari sub-unsur memeroleh Ijazah yang sesuai bidang yang diampu, unsur Pembelajaran/Bimbingan dan tugas yang relevan, dan unsur Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (Pengembangan Diri, Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif).

1. Bukti fisik unsur memeroleh ijazah yang lebih tinggi

berupa foto copy ijazah dan transkrip yang telah dilegalisir oleh perguruan tinggi yang mengeluarkan. Perguruan Tinggi terakreditasi minimal B dalam jurusan. Selain itu juga disertakan foto copy Surat Izin Belajar/Tugas Belajar yang telah dilegalisir oleh instansi yang mengeluarkan.

2. Bukti fisik unsur pembelajaran/bimbingan dan tugas yang relevan

Berupa SK Mengajar dan laporan PKG tiap tahun. Berapa jumlah SK Mengajar dan laporan PKG-nya tergantung jumlah tahun periode pengusulan. Misalnya periode pengusulan selama 4 tahun yaitu Januari 2016 s.d 31 Desember 2019. SK Mengajar yang diserahkan adalah SK Mengajar semester 2 tahun pelajaran 2015/2016, semester 1 dan 2 tahun pelajaran 2016/2017, semester 1 dan 2 tahun pelajaran 2017/2018, semester 1 dan 2 tahun pelajaran 2018/2019, dan semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Sedangkan laporan PKG yang harus dibuat adalah tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019.

Baca Juga

Laporan PKG ini harus dibuat secara lengkap, yaitu harus ada lampiran 1b, 1c,1d, instrumen dan deskripsi hasil pengamatan. Jika perlu disertakan foto-foto sewaktu kegiatan PKG dilaksanakan. Jika guru mengusulkan unsur melaksanakan tugas yang relevan, maka ia juga harus menyertakan SK tugas yang relevan. Misalnya SK sebagai wali kelas, SK sebagai pengawas penilaian hasil belajar, SK pembimbing ekstrakurikuler dan lain-lain.

3. Bukti fisik Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

Unsur Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan terdiri dari unsur Pengembangan Diri, Publikasi Ilmiah, dan Karya Inovatif.

4. Unsur Pengembangan Diri

berupa laporan pengembangan diri. Sistematika laporan ini harus dibuat sesuai dengan pedoman di buku 4 (pedoman kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan). Kemudian dilampiri dengan foto copy sertifikat keikutsertaan dalam pelatihan atau forum ilmiah dan Surat Tugas yang telah dilegalisir oleh Kepala Sekolah atau Dinas terkait.

5. Unsur PIKI,

yang wajib adalah satu buah laporan penelitian dan satu buah artikel yang dimuat di jurnal. Perlu diketahui, bahwa laporan hasil penelitian tidak harus berupa PTK namun bisa dalam bentuk laporan penelitian yang lain seperti eksperimen maupun penelitian pengembangan. Yang terpenting laporannya dibuat sesuai dengan sistematika di buku 4, lampiran-lampirannya lengkap dan diseminarkan. Bukti pelaksanaan seminar juga dilampirkan dalam laporan.

Adapun untuk jurnal yang diserahkan adalah asli jurnal ilmiah yang menunjukkan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari). Jika jurnal tersebut dinyatakan telah terakreditasi, harus disertai dengan keterangan akreditasi untuk tingkat nasional. Jika dinyatakan jurnal tersebut diterbitkan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota harus disertai keterangan yang jelas tentang tingkat penerbitan jurnal tersebut. Selain itu, bukti fisik tersebut memerlukan jaminan keaslian dari kepala sekolah/madrasah yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala sekolah/madrasah yang menyatakan bahwa asli jurnal tersebut telah disimpan di perpustakaan sekolah/madrasah sebagai referensi. Jika artikel di jurnal berasal dari hasil penelitian maka laporan hasil penelitian juga dilampirkan/disertakan.

Selain laporan hasil penelitian dan artikel yang dimuat di jurnal guru dapat pula mengusulkan karya publikasi ilmiah yang lain seperti presentasi di forum ilmiah, tinjauan ilmiah/best practice, tulisan ilmiah popular, buku pelajaran, modul/diktat, buku dalam bidang pendidikan, karya terjemahan, dan buku Pedoman Guru.

6. Unsur Karya Inovatif

Jenis-jenis Karya Inovatif yang dapat diusulkan oleh guru adalah (a) menemukan teknologi tepat guna, (b) membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum, (c) Mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal, dan sejenisnya pada tingkat nasional, dan (d) menemukan/menciptakan karya seni. Semua dibuat sesuai dengan ketentuan dan pedoman di buku 4.

7. Bukti Fisik Unsur Penunjang

Kegiatan unsur penunjang dapat berupa memeroleh ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampu, melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas guru dan memeroleh penghargaan/tanda jasa. Bukti fisik ijazah sama dengan ketentuan bukti fisik ijazah di unsur utama. Bukti fisik melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas guru, misalnya kartu anggota jika menjadi anggota profesi guru atau SK jika menjadi pengurus organisasi profesi. Adapun memeroleh penghargaan/tanda jasa berupa foto copy piagam/sertifikat yang telah dilegalisir oleh Kepala Sekolah/madrasah.

C. Membuat DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit)

Setelah bukti fisik dikumpulkan, guru memasukkan angka kredit sesuai bukti fisik dan unsur yang ada di DUPAK. Format DUPAK terbaru adalah yang sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor 03/V/PB/2010 dan nomor 14 Tahun 2010.

Format DUPAK tersebut terdiri dari: lampiran I berisi keterangan pengusul dan unsur yang dinilai, lampiran II berisi Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas Pembelajaran/Bimbingan dan Tugas Tertentu, Lampiran III berisi Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, lampiran IV berisi Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Penunjang Tugas Guru, dan lampiran V berisi blanko Penetapan angka Kredit. Lampiran I-IV ditanda tangani oleh kepala sekolah/madrasah.

D. Mengusulkan Berkas Usulan Penetapan Angka Kredit

Berkas pengusulan dibuat rangkap satu, terdiri dari:

  1. Surat Pengantar dari pejabat yang berwenang mengusulkan DUPAK
  2. DUPAK
  3. Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas Utama dan Penunjang
  4. Fc. SK kenaikan pangkat terakhir
  5. Fc. SK jabatan terakhir
  6. Fc. PPK (DP-3) 2 tahun terakhir
  7. Fc. PAK terakhir yang dilegalisir
  8. Surat Hasil Penetapan Angka Kredit (bagi yang yang tidak lolos pengusulan sebelumnya)
  9. Bukti fisik melakukan kegiatan unsur utama dan penunjang
  10. Fc. Ijazah terakhir yang telah dilegalisir
  11. Fc. Ijazah yang akan dinilai angka kreditnya disertai surat izin belajar atau SK Tugas Belajar yang telah dilegalisir (jika mengusulkan)
  12. Dokumen pendukung lainnya yang sesuai: Karpeg, konversi NIP, sertifikat pendidik, Daftar Riwayat Hidup dan Daftar Riwayat Pekerjaan.

Semua berkas foto copy, disahkan dan dilegalisir oleh atasan langsung atau pejabat yang berwenang. Usahakan berkas tertata rapi dan sistematis.

Berkas ditujukan kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan u.p. Kepala LPMP selaku Sekretariat Tim Penilai Pusat yang berkedudukan di LPMP setempat yang ditunjuk. Berkas dibuat rangkap satu dan diberi surat pengantar dari dinas pendidikan/cabang dinas setempat, kemudian dikirim melalui PO Box LPMP yang ditunjuk sesuai daerah si pengusul. Pengiriman ini dapat dilakukan sewaktu-waktu. Beriku ini daftar PO Box LPMP yang ditunjuk.

Berikut alamat LPMP seluruh Indonesia:

  1. LPMP Aceh, PO Box 150 untuk wilayah Aceh Besar dan Aceh
  2. PMP Sumatera Utara, PO Box 1041 untuk wilayah Medan dan Sumatera Utara
  3. PMP Sumatera Barat, PO Box 001 Padang 2500 untuk wilayah Sumatera Barat
  4. LPMP Riau, PO Box 1027 untuk wilayah Riau
  5. LPMP Sumatera Selatan, PO Box 21184 Inderalaya untuk wilayah Sumatera Selatan
  6. LPMP Bengkulu, PO Box 3815 untuk wilayah Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau
  7. LPMP Lampung, PO Box 2118 BDL 35000 untuk wilayah Lampung
  8. LPMP DKI Jakarta, PO Box 1026 JKS 12010 untuk wilayah DKI Jakarta
  9. LPMP D.I. Yogyakarta, PO Box 1138 YK 55000 untuk wilayah D.I Yogyakarta
  10. LPMP Jawa Barat, PO Box 415 Cimahi untuk wilayah Jawa Barat
  11. LPMP Jawa Tenngah, PO Box 8543/SMBM untuk wilayah Jawa Tengah
  12. LPMP Jawa Timur, PO Box 05 SB Karah untuk wilayah Jawa Timur
  13. LPMP Banten, PO Box 01 untuk wilayah Banten
  14. LPMP Bali, PO Box 3663 untuk wilayah Bali
  15. LPMP NTB, PO Box 9999 untuk wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur
  16. LPMP Kalimantan Tengah, PO Box PLK 73000/LPMP untuk wilayah Kalimantan Tengah
  17. LPMP Kalimantan Selatan, PO Box 1078 Banjarbaru 70712 untuk wilayah Kalsel
  18. LPMP Kalimantan Timur, PO Box 1425 Samarinda 75001 untuk wilayah Kaltim dan Kalbar
  19. LPMP Sulawesi Utara, PO Box 1329 Manado 95013 untuk wilayah Sulawesi Utara
  20. LPMP Sulawesi Tengah, PO Box 333 Palu 94001 untuk wilayah Sulawesi Tengah
  21. LPMP Sulawesi Selatan, PO Box 1010 Makassar untuk wilayah Sulawesi Selatan
  22. LPMP Sulawesi Tenggara, PO Box 083 untuk wilayah Sulawesi Tenggara
  23. LPMP Sulawesi Barat, PO Box 91412 untuk wilayah Majene dan Sulawesi Barat
  24. LPMP Gorontalo, PO Box 1024 untuk wilayah Gorontalo
  25. LPMP Maluku, PO Box 1211 untuk wilayah Maluku, Papua Barat, Papua, Maluku Utara

Setelah berkas terkirim, kita bisa melakukan pengecekan sewaktu-waktu secara online di alamat http://epak.gtk.kemdikbud.go.id/. Di situ bapak dan ibu akan memperoleh informasi status berkas kita.

Apakah sudah masuk dalam daftar usulan ataukah belum dan sudah dinilai atau belum. Jika sudah dinilai, apakah berkas kita lolos atau tidak. Apabila tidak lolos, kita bisa mencetak surat Hasil Penetapan Angka Kreditnya (HPAK) sehingga bisa segera memperbaiki usulan sesuai dengan informasi yang ada di surat HPAK.

Sumber : https://rifulhamidah.gurusiana.id/article/2020/5/proses-kenaikan-pangkat-guru-gol-ivb-ke-atas-268190

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *